Pages

Thursday, February 24, 2011

RUPANYA


Ini rasanya dikhabar berita duka

sakit..
ini rasanya disedar cerita nyata
pedih…
dunia berputar
semuanya samar
hebat sungguh penangan si penyamar


Rupanya
suria itu milik si bulan
pelangi itu tempatnya di awan
bintang pula hanya peneman
di kala hati sedang rawan

Rupanya
ada yang lain dihatinya
sedang memilih, mencatur masa depan bersama
benar seperti yang kujangka
di dadamu berselirat kasih untuknya

Rupanya
senyum itu racun berbisa
mengalir kejam di urat nadi segala
sakitnya dada menahan si air mata
jangan menitis,

tolong…
hanya itu maruah yang tersisa

jantung terhenti
hati terhempas, hancur berkeping-keping
ingin kukutip kembali
sayang…kutahu itu tak mungkin

Ingin aku teriak
ingin aku sumpah seranah
tapi… bukan kamu yang salah
tak pernah berjanji setia
jauh sekali mengaku cinta
mengapa harus disalahkan pula?

langkahmu bijak wahai jejaka

sehingga aku terleka
berharap kau beri segala
sayang dan cinta hanya untukku saja

Dengar ini
simpan saja kata maafmu
simpan saja senyum pura-pura itu
simpan saja pandangan simpatimu
mahu tahu sesuatu?semua itu aku tak perlu
seperti kau tak perlu aku
kerana…
jantung hatiku mati di malam itu

No comments:

Post a Comment

Qieyd